Lupakan Backpack (pilih koper beroda)

 

 

Gue belajar satu hal dari perjalanan ke Spanyol 3 tahun lalu. Satu hal yang mudah-mudahan nggak bikin gue durhaka sebagai seorang backpacker. Gue belajar untuk tidak lagi menggunakan backpack untuk menjelajah kota-kota di Eropa.

Ini adalah beberapa alasan kenapa gue segera beralih dari backpack ke koper beroda:

1. Sakit punggung dan sakit pinggang

Memang awalnya terasa ringan berkat tali pengencang yang ada di perut, tapi silahkan coba menentengnya berjalan kaki selama 40 menit.


2. Packing agak sulit, membutuhkan teknik khusus

Kalau sudah pernah ospek pasti tau bagaimana cara packing di backpack yang benar. Barang-barang yang akan jarang dipakai ditaruh paling bawah, yang berat boleh di atas supaya seimbang. Sepanjang perjalanan tentunya kita akan sering mengambil pakaian atau barang, kemudian menyusunnya lagi di dalam backpack. Besar sekali kemungkinan kita memasukkan barang ke dalam backpack tidak sesuai seperti semula, atau justru cenderung jadi awut-awutan, pokoknya asal masuk. Ini akan menambah volume dari backpack, sehingga agak sulit untuk dikancing dan terasa lebih berat.


3. Ngambil barang susah

Ini mungkin kendala paling besar saat menggunakan backpack, yaitu saat mencari barang, apalagi kalau barangnya kita taruh paling bawah. Musti ngeluarin yang atas dulu kalau mau rapi, atau tangannya asal merogoh ke dalam backpack mencari barang yang kita butuhin. Resikonya, isi backpack jadi berantakan.


4. Baju nggak rapi

Ini mah sudah resiko, nggak mungkin kita menyimpan baju tanpa lecek di dalam backpack. Makanya kalau perjalanan lo membutuhkan baju rapi, mending nggak usah pakai backpack deh.


5. Kurang aman

Backpack itu tidak di desain untuk memakai gembok, dan nggak boleh juga dibawa masuk ke dalam kabin karena ukurannya terlalu besar, sehingga untuk masuk bagasi pesawat harus dikelompokan dan ditangani terpisah. Jangan sampai lo menaruh barang berharga dalam backpack, karena bukan tidak mungkin backpack itu sempat dibuka oleh petugas. Karena posisinya pula yang di belakang badan dan kantongnya yang banyak, kemungkinan dicopet akan jauh lebih besar.


6. Membahayakan orang lain

Bayangkan lo berdesak-desakan naik gerbong sebuah kereta, kepikiran nggak kalau lo bergerak, backpack lo akan menampar muka orang lain yang ada di belakang atau di samping lo?


7. Nggak gaya

Walaupun perjalanan lo budget-nya backpacker, tapi nggak ada salahnya kan kalau bisa kelihatan seperti traveling with style. Keuntungannya adalah jadi bisa lebih dihormati sama petugas keamanan bandara atau stasiun. Bahkan kalau lagi hoki bisa masuk executive lounge tanpa dicurigai. Backpack itu cuma cocok kalau kita pakai kaos, sweater, jeans, dan sepatu kets. Overcoat Armani, syal Burberry, dengan celana bahan Prada nggak akan pantes ditemplokin sama backpack, meskiipun Armani, Burberry, dan Prada-nya palsu.

Untuk orang yang memiliki kecenderungan OCD, atau Obsessive Compulsive Disorder, backpack juga bisa bikin stres. Menggunakan backpack tentunya akan sulit sekali menjaga semua barang-barang bawaan kita tersusun rapi. Lecek itu sudah pasti, belum lagi setiap mau ngeluarin barang pasti posisinya berubah dan jadi awut-awutan, apalagi kalau lagi buru-buru. Bukannya malah menghemat waktu, tapi malah bikin lama dan bikin panik.

Meskipun begitu, backpack juga punya kelebihan, misalnya bisa dibawa lari, bisa jadi senderan duduk, bisa jadi bantal kalau ketiduran di stasiun, bisa jadi pancingan untuk kenalan sama backpacker lain, banyak kantongnya buat baju kotor dan buat naro botol minuman, dan bisa membuat kita dipercaya sebagai pelajar untuk dapat tiket murah.

Berbeda dengan backpack yang penyusunan barangnya secara vertikal, koper beroda lebih mudah untuk diisi dan dikeluarkan. Beberapa kelebihan koper beroda antara lain:

1. Ringan

Kita tidak perlu mengangkat koper beroda, hanya perlu menarik atau mendorongnya. Bahkan koper beroda yang biasa digunakan oleh para turis Jepang itu lebih canggih lagi. Kopernya dilengkapi dengan empat roda di bawah, terbuat dari plastik yang kokoh. Kita tidak perlu menariknya dari belakang dengan kemiringan seperti koper beroda konvensional, tapi kita bisa mendorong koper itu sejajar tubuh kita tanpa perlu tenaga tambahan.


2. Packingnya mudah

Packing itu susah-susah gampang, Fashion TV ngajarin gue bagaimana cara packing yang benar dan paling efisien.

  • Kaos, celana, kemeja santai, pakaian dalam, celana renang semuanya dilipet kemudian digulung kecil, baru disusun padat di dalam koper. Cara ini sangat menghemat tempat dan lebih rapi.
  • Kemeja rapi, celana bahan, gaun, semua pakaian yang tidak boleh kusut di plastikin dulu baru dilipat, digulung juga boleh.
  • Ganti kotak dengan kantung kanvas, kain atau plastik untuk membawa barang-barang seperti perhiasan, aksesoris, sepatu, dan toiletries.
  • Kalau koper nggak bisa ditutup juga, dudukin aja sambil menutup retsletingnya.

Semudah itu, dan tentunya untuk ukuran yang sama, koper beroda bisa muat lebih banyak dibanding backpack.


3. Mudah mencari barang

Ini sebenarnya tergantung cara lo packing, tapi yang jelas jauh lebih mudah mencari barang di dalam koper beroda ketimbang backpack, karena dengan membuka retsletingnya kita bisa membuka seluruh isi koper. Lain halnya dengan backpack, yang meskipun sudah dibuka kita harus merogoh, meraba-raba untuk mencari barang yang kita inginkan.


4. Baju bisa tetap rapi

Dengan cara packing yang benar, baju-baju yang kita simpan bisa tetap rapi meskipun sudah terguncang-guncang di perjalanan.


5. Lebih aman

Pengamanan pada koper beroda sudah sangat beragam. Ada yang pakai kode angka, ada yang pakai gembok. Buatku gembok masih tidak tergantikan, karena lebih praktis, tidak perlu menghapal angka, dan kemungkinan rusaknya sangat kecil.


6. Gaya

Banyak desainer kelas dunia yang membuat koper beroda, sebut saja Louis Vuitton, Prada, Gucci, dan tidak ada satupun desainer kelas dunia ini yang membuat versi backpack-nya. Sebagai backpackers tentunya gue nggak mampu beli koper-koper mahal ini. Supaya tetap gaya gue membeli koper beroda gue di Carefour dengan harga yang sangat murah tapi bentuk, model, dan kualitasnya sangat memuaskan.

Sebenarnya pada akhirnya terserah lo juga lebih nyaman pakai koper beroda atau backpack. Gue cuman ngasih wacana aja kalau kegiatan backpacking itu nggak melulu harus menggunakan backpack. Yang penting kan esensi dari petualangan backpacking itu, tinggal lo yang nyesuain mau pergi kemana. Kalau tujuannya ke alam seperti camping di gunung atau hiking tentunya lo nggak mungkin kan pakai koper beroda. Cuman kalau untuk backpacking di Eropa atau kota-kota tujuan wisata lainnya menurut gue sih koper beroda sudah jadi pilihan yang paling bijaksana.

 

ditulis oleh:

Indra Febriansyah

Penulis buku Pelancong Nekat dan Go Explore

http://beachybitch.blogspot.com

@indrafeb

Live Streaming

Ponggawa OZ


Banner
Banner