Sudah Dari sananya, seorang seniman dituntut untuk bisa berkreasi dengan berbagai macam hal. Berkreasi tidak tertutup hanya dengan menggunakan media yang itu-itu saja misalnya kanvas, kertas gambar, alat musik, kamera, dll. Seorang seniman akan menggunakan berbagai macam hal untuk mengeluarkan bentuk kreasinya dan hal yang paling penting adalah idenya.
Saya sebagai seorang musisi, sangat senang mencoba dan memainkan segala macam alat musik, bahkan bukan alat musik sekalipun. Saya percaya bahwa semua hal bisa dijadikan medium untuk berkarya dan dalam hal ini, untuk saya adalah bermusik. Berbagai macam medium itu bisa berupa bunyi-bunyian sederhana sampai yang paling rumit sekalipun. Sebetulnya, semua alat musik tercipta dari eksperimen dan hasil percobaan manusia di jamannya dan di setiap peradabannya.
Saat ini, alat musik sudah berfungsi sebagai alat industrial dan komersial yang diperjualbelikan untuk kepentingan umum. Fungsi alat musik sebagai instrumen untuk mengekspresikan perasaan seseorang berubah seiring dengan budaya komersil. Bahkan saat ini, industri alat musik sudah mendunia dan menjadi salah satu industri yang terbesar.
Tetapi bukan berarti alat musik yang kita kenal (gitar, bass, drum, dll) berhenti fungsinya sampai disitu. Setiap instrumen masih bisa kita “explore” dan gali lagi lebih dalam lagi. Bahkan kita bisa membunyikan instrumen musik itu tanpa harus seperti yang tertulis di buku panduan saja. Contohnya seperti gitar dengan suara “Feedback”.
"Feedback describes the situation when output from (or information about the result of) an event or phenomenon in the past will influence the same event/phenomenon in the present or future. When an event is part of a chain of cause-and-effect that forms a circuit or loop, then the event is said to "feed back" into itself."
Original Source : Wikipedia
Kalau dalam istilah audio, Feedback adalah suatu signal yang terproses berlipat-lipat sehingga membentuk signal suara yang sama dan terjadi terus menerus. kalau digambarkan kira-kira seperti ini :

Kalo dalam praktek gampangnya, coba kita ambil microphone dirumah atau di tempat karaoke, lalu dekatkan microphone tersebut ke speaker, akan terjadi suara keras, tajam, berdengung dan melengking yang membuat sakit telinga kita.
Itulah Feedback.
Feedback bisa berdampak sangat berbahaya karena kerasnya frekuensi suara yang dihasilkan seperti Tinnitus, pengang, susah mendengar bahkan yang paling parah adalah kerusakan pendengaran permanen. Tidak sedikit orang yang mengalami hal yang terakhir. Feedback adalah suatu suara tidak enak yang dihasilkan oleh pengulangan signal suara terus menerus sehingga volume suara tersebut juga bertambah berkali-kali lipat.
Oooh, tetapi apa yang terjadi pada musik? feedback kadang bisa digunakan oleh para musisi untuk menghasilkan karakter suara tertentu. Ketidak-sengajaan itu membuat suara feedback dipakai untuk banyak hal karena ternyata suara ini bisa memberi efek yang keren. Mungkin The Beatles adalah salah satu pioneer awal yang mempopulerkan suara feedback meskipun bukan yang pertama menemukannya.
Sepertinya, para musisi dituntut untuk berkreasi sedemikian rupa dengan ide dan kreatifitas mereka sampai memakai suara feedback dan membalikan suara rusak dan tidak enak tersebut menjadi karakter efek yang unik.
Suara keras yang tidak enak dan bisa membahayakan pendengaran bisa menjadi sesuatu yang positif dan membangun apabila digunakan dengan bijak.
Bagaimana dengan para politisi kita? apakah mereka bisa mendengar "Feedback" dari masyarakat atas hasil kerja mereka sendiri tanpa merusak pendengaran mereka dan menjadikannya hal yang positif?
Ditulis oleh:
Iman Fattah

Banyak alasan yang membuat saya membuat album #averylongweekend. Mungkin kalau kalian kira di sini saya akan jadi curhat masalah pribadi saya, kalian salah besar. Mungkin kalau yang kalian suka materi infotainment seperti itu bisa didapatkan dengan mendengarkan saja lagu-lagu yang ada di album tersebut, karena saya menumpahkan seluruh keluh kesah saya dalam penulisan lagu-lagunya. Tapi bukan itu yang akan saya bahas di sini. 


Sekali waktu seorang teman menunjukkan sesuatu yang sama seperti yang ada di foto ini sambil bertanya ke gue, “apa yang lo lihat?”




.jpg)








.jpg)


















.jpg)








.jpg)







